Penderita Sindrom Ovarium Polikistik Apakah Bisa Hamil?

Penderita Sindrom Ovarium Polikistik Apakah Bisa Hamil?

Selamat datang kembali di website obatpelancarhaid.xyz yang terbaik, kami disini akan mengulas kembali mengenai masalah PCOS. Nah dan pada kesempatan kali ini kami akan mengulas tentang Penderita Sindrom Ovarium Polikistik Apakah Bisa Hamil? Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut mari simak artikel di bawah ini sampai selesai.

Penderita Sindrom Ovarium Polikistik Apakah Bisa Hamil

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau dalam Bahasa Indonesia disebut dengan sindrom ovarium polikistik adalah masalah pada keseimbangan hormon wanita. Pada PCOS, kadar hormon seks wanita, yaitu hormon estrogen dan hormon progesteron tidak seimbang. Wanita dengan PCOS biasanya memiliki kista kecil (kantong berisi cairan) di ovariumnya, yang membuat ovarium membesar. Kista ini tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Perubahan pada satu hormon dapat memicu hormon lainnya, sehingga terjadi perubahan lain.

Karena ketidakseimbangan hormon yang dimilikinya, wanita bersama PCOS sanggup mengalami periode menstruasi yang tidak teratur. Ketidakteraturan periode menstruasi inilah yang sanggup menyebabkan wanita bersama PCOS susah hamil. Selain sanggup menyebabkan periode menstruasi tidak teratur, PCOS termasuk sanggup menyebabkan pertumbuhan rambut berlebih, jerawat, dan obesitas. Jika PCOS tidak diobati, lama-kelamaan termasuk sanggup menyebabkan penyakit yang lebih serius, layaknya diabetes mellitus jenis 2 dan penyakit jantung.

Lalu, Apakah Benar Bahwa Wanita Yang Menderita Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS) Tidak Memiliki Kesempatan Untuk Hamil?

Sindrom ovarium polikistik atau Polycystic ovary syndrome (PCOS) dikenal sebagai penyulit hamil yang paling banyak dialami wanita. Tapi apakah wanita penderita gangguan hormon ini masih punya peluang untuk hamil?

Polycystic ovary syndrome (PCOS) merupakan gangguan hormonal yang umum di kalangan wanita usia reproduksi. Wanita dengan PCOS memiliki banyak kista kecil yang terletak di sepanjang tepi luar dari masing-masing ovarium (indung telur). Hal ini menyebabkan tidak adanya ovulasi, sehingga menyulitkan wanita untuk mendapatkan keturunan.

“(Wanita dengan PCOS) masih bisa hamil,” papar dr Frizar Irmansyah, SpOG, dokter spesialis kandungan dari RS Pusat Pertamina, saat berbincang dengan detikHealth, Jumat (11/4/2014).

Menurut dr Frizal, untuk meningkatkan peluang kehamilan, wanita dengan PCOS akan diterapi dengan obat yang membuat insulin menjadi lebih sensitif, obat-obatan untuk menormalkan siklus menstruasi, serta obat untuk menstimulasi ovulasi.

“Terapi minimal 3 bulan, karena terapi insulin biasanya minimal 3 bulan,” ujar dr Frizar.

Selain pemberian obat-obatan, penderita PCOS juga harus bisa memodifikasi gaya hidup menjadi lebih sehat, karena pada umumnya kondisi ini dipicu oleh kelebihan berat badan. Wanita dengan PCOS harus menghindari konsumsi makanan yang kandungan lemaknya tinggi, seperti daging merah, ayam berlemak, dan makanan dengan lemak jahat lainnya.

Menurunkan berat badan dan rutin olahraga juga perlu dilakukan jika penderita PCOS berniat untuk mendapatkan keturunan. Olahraga membantu menurunkan kadar gula darah. Jika Anda menderita PCOS, meningkatkan aktivitas harian dan berpartisipasi dalam program latihan teratur dapat mengobati atau bahkan mencegah resistensi insulin, dan membantu menjaga berat badan di bawah kendali.

“Sekarang juga ada tindakan bedah minor untuk mengambil telur-telur yang kecil pada wanita PCOS. Mirip prosedur bayi tabung, cuma kalau bayi tabung telur yang diambil distimulasi dulu sampai besar baru dipanen. Proses pembuahannya sama dengan bayi tabung,” jelas dr Frizar.

Baca Juga : Penyebab Terjadinya Sindrom Ovarium Polikistik

Pengobatan Sindrom Polistik Ovarium

Manajemen dan pengobatan PCOS dapat mencakup berbagai hal seperti pendekatan yang sehat untuk diet dan aktivitas fisik, obat-obatan dan terapi komplementer. Ada sejumlah cara untuk mengelola gejala dan dampak dari PCOS, sehingga sangat penting untuk mencari bantuan sedini mungkin, setelah diagnosis.

Sebuah gaya hidup sehat adalah salah satu aspek yang paling penting jika penderita penyakit ini berniat mengobati PCOS. Penurunan berat badan berlebih dapat mengurangi keparahan beberapa gejala dan akan mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskulas pada penyakit sindrom polistik ovarium.

Lalu Adakah Obat Yang Dapat Mengatasi Sindrom Polistik Ovarium?

Tentunya semua penyakit pasti ada obatnya dan pasti si penderita penyakit tersebut dapat sembuh kembali seperti semula. Nah untuk mengatasi masalah pcos disini ada rekomendasi terbaik untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menggunakan obat herbal Ladyfem. Ladyfem merupakan suplemen kapsul herbal yang terbuat dari tanaman-tanaman herbal yang di olah secara modern tanpa campuran bahan kimia yang berbahaya sehingga bisa menghasilkan produk ladyfem yang berkualitas tinggi.

Ladyfem merupakan salah satu herbal untuk mengatasi berbagai macam masalah kewanitaan yang di rekomendasikan langsung oleh pakar kesehatan ternama Boyke Dian Nugraha dan telah memiliki izin edar dari BPOM sehingga aman untuk di konsumsi.

Selain itu khasiat nya telah di rasakan oleh para konsumen kami sehingga anda tak perlu lagi untuk mengkonsumsinya. Untuk lebih jelasnya silahkan KLIK >> Testimoni Herbal Ladyfem Yang Sangat Ampuh.

Mungkin itulah jawaban untuk pertayaan Penderita Sindrom Ovarium Polikistik Apakah Bisa Hamil? Yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga apa yang telah kami sampaikan diatas dapat bermanfaat sehingga bisa membantu mengatasi masalah kesehatan yang anda alami saat ini. Salam Sehat Dari Toko Zahra Herbal.

Posted by : Obat Pelancar Haid

Artikel Menarik Lainnya:

Apakah Buah Lahung Bisa Mengatasi Rahim Kering
Apakah Buah Lahung Bisa Mengatasi Rahim Kering?
Doa Berhubungan Intim Agar Tahan Lama Menurut Islam
Obat Sindrom Ovarium Polikistik1
Obat Sindrom Ovarium Polikistik

 

One thought on “Penderita Sindrom Ovarium Polikistik Apakah Bisa Hamil?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *