Penyebab Terjadinya Sindrom Ovarium Polikistik

Penyebab Terjadinya Sindrom Ovarium Polikistik

Bagi anda khususnya wanita mengetahui Penyebab Terjadinya Sindrom Ovarium Polikistik itu sangat penting, karena hal tersebut sangat sering di jumpai pada wanita dan jika anda mengalami hal tersebut kemungkinan akan mengakibatkan susah hamil. Nah untuk itu kami disini hadir untuk anda dan menjelaskan penyebab PCOS, untuk itu mari kita simak artikel di bawah ini sampai selesai.

Penyebab Terjadinya Sindrom Ovarium Polikistik

Sindrom ovarium polikistik banyak diderita oleh wanita, namun banyak yang tak mengetahuinya. Sebelum mengganggu kesuburan Anda, kenali dulu sindromnya. Polycystic ovary syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik adalah penyakit yang banyak diderita oleh wanita, namun sebagian besar wanita tak menyadarinya. Tes ultrasonografi (USG) akan dengan mudah mendeteksi adanya PCOS, namun tak banyak yang melakukan pemeriksaan karena tak sadar bahwa dirinya sakit.

Berikut Ini Penyebab Terjadinya Sindrom Ovarium Polikistik

Belum ada pebelitian yang dilakukan untuk mengetahui dengan pasti apa yang dapat menyebabkan sindrom ovarium polikistik, tapi beberapa faktor ini dapat menyebabkan sindrom ovarium polikistik:

  • Keturunan

Faktor genetik disebut – sebut menjadi faktor penyebab PCOS. Jika ibu atau saudara perempuan anda mengalami PCOS. Jika ibu kita atau saudara perempuan kita memiliki PCOS, kemungkinan besar kita juga bisa menjadi penderita PCOS.

Ada juga yang mengatakan bahwa PCOS dapat diturunkan dari sisi keluarga ibu maupun ayah. Pada intinya resiko untuk menderita PCOS tinggi jika salah satu wanita di keluarga menderita PCOS atau mempunyai periode menstruasi yang tidak teratur atau menderita diabetes.

  • Perubahan Hormonal

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau sindrom polikistik ovarium sering diakibatkan oleh pergantian hormonal. Perubahan hormon yang satu dapat mencetuskan problem hormon lainnya. Kelebihan hormon insulin menjadi tidak benar satu segi pendukung terjadinya Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau sindrom polikistik ovarium.

Resistensi insulin menyebabkan tubuh resisten terhadap insulin, perihal itu menyebabkan kebolehan tubuh untuk pakai insulin dapat terganggu, tubuh tidak dapat pakai insulin untuk turunkan kadar gula di dalam darah, sehingga pankreas sebagai organ penghasil insulin akan terstimulus untuk membuahkan insulin ulang di dalam kuantitas banyak untuk menyediakan glukosa (energi) bagi sel.

Kelebihan insulin ini kemudian mungkin akan mempengaruhi indung telur dengan tingkatkan memproses androgen. Peningkatan memproses androgen ini dapat mengganggu kebolehan ovarium untuk ovulasi.

  • Peradangan Tingkat Rendah

Penelitian sudah tunjukkan bahwa wanita bersama dengan PCOS punya peradangan tingkat rendah. Peradangan tingkat rendah ini dapat merangsang ovarium polikistik untuk menghasilkan androgen.

Kelebihan hormon androgen menjadi salah satu segi yang dapat membuat PCOS. Androgen adalah hormon seks laki-laki yang juga diproduksi oleh tubuh perempuan didalam jumlah kecil. Pada PCOS, wanita memproses hormon androgen lebih dari normal, supaya dapat pengaruhi pertumbuhan dan pelepasan telur oleh ovarium, tumbuh jerawat, dan pertumbuhan rambut yang berlebihan.

Menurut Yaysan PCOS, 50% dari penderita sindrom ovarium polikistik ini tak menyadari bahwa ovariumnya sudah membesar karena penyakit tersebut.

Sebelum Anda memutuskan untuk periksa USG, liat 7 hal seputar PCOS berikut:

  • PCOS adalah gangguan hormon

Dalam tubuh wanita, terdapat hormon lelaki yang disebut dengan androgen. Jika seseorang menderita sindrom ovarium polikistik, maka ia akan mengalami kelebihan hormon androgen. Hak itulah yang dapat menyebabkan menstruasi tak kunjung datang, bulu yang tumbuh pada tubuh tampak tebal, kenaikan berat badan, dan timbulnya jerawat. Androgen yang berlebihan juga dapat mengganggu siklus ovulasi Anda. PCOS akan menghambat kinerja folikel yang seharusnya bisa membuka dan melepaskan telur yang matang.

  • Tak Identik dengan Kista

Sindrom ovarium polikistik tak selalu identik bersama ada kista. Namun, kista bisa jadi salah satu sinyal berasal dari keberadaan PCOS di di dalam tubuh. Butuh ketelitian dokter untuk memeriksa barangkali antara PCOS dan kista saat USG. Konsultasikan barangkali ini bersama tanda-tanda yang telah disebutkan di atas.

  • Bahkan dokter spesialis pun bisa melewatkannya

Seperti halnya Virus Cytomegalovirus terhadap ibu hamil, gejala terhadap PCOS pun yang nampak “ringan”. Itu yang membuat dokter gagal mendeteksinya. Maka, mutlak untuk berinisiatif merintis deteksi dini PCOS berdasarkan gejalanya sebelum memastikan bakal pergi ke dokter mana.

Misalnya, waktu jerawat Anda mulai banyak, dokter spesialis kulit dan kecantikan adalah pilihan utama Anda. Barangkali ia sebenarnya bisa bersihkan jerawat, namun ia bakal gagal mendeteksi siklus haid Anda yang tak teratur. Jika Anda buru-buru kedokter ginekolog, bisa saja ia sebenarnya bisa melakukan perbaikan siklus haid Anda. Namun ia tak bakal mencurigai bahwa kelebatan bulu di tubuh Anda adalah sinyal sindrom ovarium polikistik.

  • Dapat membawa dampak ketidaksuburan

Jika setiap bulan Anda tak memperoleh haid, maka Anda terhitung tak dapat mengalami ovulasi. Ini dapat menghambat kesempatan Anda untuk miliki keturunan. Jika Anda di dalam situasi ini, pengecekan ke dokter  ob-gyn terlampau diperlukan. Karena umumnya wanita bersama PCOS sebetulnya miliki sel telur yang sehat, cuma terhalang siklusnya saja.

  • Waspadai peran insulin

Resistensi insulin sanggup membawa dampak peningkatan kandungan androgen, tetapi para pakar masih meneliti apakah miliki sangat banyak androgen sanggup membawa dampak resistensi insulin. Obat diabetes metformin sanggup membantu didalam mengendalikan gejala PCOS. Sehingga pasien diabetes sanggup terbantu dengan obat ini, pastinya sehabis konsultasi ke dokter.

  • Waspadai obesitas

Obesitas memberikan kontribusi untuk resistensi insulin. Jika itu terjadi, akan ada peningkatkan kadar androgen dan bisa membuat gejala PCOS makin memburuk. Mengurangi berat badan dengan mengatur pola makan dan olahraga akan memperbaiki kadar insulin. Otomatis akan berdampak pada keaktifan sindrom ovarium polikistik dalam tubuh Anda.

  • Jangan abaikan gejalanya

Jika gejala yang Anda alami di atas sudah terkumpul, maka segera periksakan diri. Menunda pemeriksaan akan makin memperparah PCOS. Apalagi, jika Anda dan suami sedang menjalani program hamil. Lupakan mitos yang ada saat gejala-gejalanya muncul.

Baca Juga : Obat Sindrom Ovarium Polikistik

Tumbuhnya banyak bulu di tubuh bukan tanda bahwa Anda adalah seorang yang agresif, tumbuh jerawat bukan berarti Anda sedang alergi, ketidakteraturan siklus mensturasi bukanlah hal yang normal. Maka, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Itulah Penyebab Terjadinya Sindrom Ovarium Polikistik yang mungkin saja terjadi pada diri anda, anda perlu mewaspadai jika terjadi sesuatu pada diri anda karena gejala PCOS seringkali tidak di sadari oleh penderitanya. Namun jika anda mengalami PCOS jangan khawatir dan cemas karena kini ada rekomendasi terbaik untuk mengatasi PCOS secara alami dan aman yaitu dengan menggunakan obat herbal kapsul ladyfem. Ladyfem merupakan salah satu rekomendasi langsung dari pakar kesehatan ternama Boyke Dian Nugraha dan telah memiliki izin edar dari BPOM sehingga banyak di minati oleh wanita Indonesia.

Untuk mengetahui manfaat dan khasiat ladyfem lebih luas silahkan kunjungi : Kandungan Lengkap Ladyfem.

Demikianlah artikel untuk kali ini, semoga apa yang telah kami sampaikan diatas bisa bermanfaat sehingga bisa membantu mengatasi masalah kesehatan yang terjadi pada anda. Salam Sehat Dari Toko Zahra Herbal.

Post by : Obat Pelancar Haid

Artikel menarik lainnya:

Dampak Suntik Kb Bagi Wanita Yang Belum Pernah Hamil
Dampak Suntik Kb Bagi Wanita Yang Belum Pernah Hamil
Obat Rahim Kering
Obat Rahim Kering
Pengaruh Berat Badan Dengan Siklus Menstruasi
Pengaruh Berat Badan Dengan Siklus Menstruasi
Manfaat Kunyit Putih Untuk Polip Rahim

One thought on “Penyebab Terjadinya Sindrom Ovarium Polikistik”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *